'Kalimat Langit' yang Bikin Telinga Panas VS 'Kalimat Langti' yang Bikin Telinga Sejuk

'Kalimat Langit' yang Bikin Telinga Panas

Kata Ustadz Zainuddin MZ, kalau berdakwah itu, kudu siap-siap kecewa. Karena nanti bakal ada  banyak penolakan. 

Hm, menurut saya, jangankan dalam hal berdakwa. Ajakan apapun itu, mulai dari dakwah, selling, melamar, persuasi, dan lain-lain, memang pasti ada kemungkinan mendapatkan penolakan. Saya sering juga dapat penolakan. Hehehe! Namun, biasanya, kemungkinan penolakan itu bakal bisa dikecilkan bila kita punya ilmunya. 

Nah, jadi, khusus di artikel ini, saya mau bahas suatu kasus penolakan dari seseorang yang telinganya kepanasan ketika kita mengucapkan 'kalimat langit'. 

Sering, kalau kita udah nyebut kalimat yang di kalimat itu ada kata "Allah", "Nabi", "Amal", Ibadah", ada jenis orang yang kalau mendengar kata-kata itu, mendadak telinga mereka terasa kepanasan. Ada yang lansung kabur, ada yang langsung tidur, atau ada yang langsung mengangguk sambil berkata, "Iya pak Ustaaaddd" atau "Iya Bu Ustadzaaaah" tanpa memahami apa yang kita katakan. Ada juga yang lebih parah lagi, katanya, "Halah, kita ini islamnya nggak usah islam-islam kali. Biasa ajaaa." Atau yang lebih menyakitkan hati, "Sok suci lo!". Lah, daripada sok najis? Hehehe!

Makanya, karena sering begitu, saya jadi coba cara lain. Cara apa itu? Mirip dengan cara promosi terselubung bekerja. Misal, awal-awalnya, jangan bahas agama dulu. Awal-awalnya, buat mereka merasa bahagia dulu. Kita bantu mereka menggapai kebutuhan dan keinginan mereka dulu. Setelah itu, kita minta mereka untuk menerima ideologi baik yang ingin kita 'jual' ke mereka. Karena sejatinya Islam itu fitrahnya manusia, masalah apa pun, solusinya Islam.

Namun bukan berarti kita biarkan mereka menerima Islam, karena dorongan materi saja, atau karena perasaan nggak enakan saja. Tentu kita harus punya agenda, buat bagaimana agar mereka akhirnya menerima Islam, dengan berpikir, pelajaran yang baik, hingga ikhlas mengembannya.

Untuk itulah, makanya saya lebih sering makai tulisan-tulisan yang nggak baku dan formal. Yang enjoy aja bahasanya.. Karena terkadang tulisan baku dan formal itu punya efek bikin sebagian orang jadi ngantuk. Khususnya orang yang awam. Tentunya lain cerita konteksnya kalau targetnya bukan orang awam ya..

Yah, kurang lebih begitulah. Kesimpulannya, pandai-pandailah menghias 'kalimat langit' kita.

Kalau Anda sendiri, gimana? Apa Anda punya cara hebat untuk menghadapi orang yang kepanasan ketika mendengarkan 'kalimat langit' juga? Kalau ada, share dong. 
Diberdayakan oleh Blogger.