Apa Benarkah SEMUA Dosa Anda Terampuni Gara-Gara Puasa Ramadhan?


من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau.”

[Terdapat pada riwayat shahih dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhori, no. 2014, dan shahih Muslim, no. 760, dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu]
Inilah hadits yang kerap didengung-dengungkan tatkala beberapa hari menjelang bulan Ramadhan, maupun tengah memasuki bulan Ramadhan. Karena memang faktanya, banyak orang yang hatinya jadi terasa plong, fresh, joss, serasa jadi bayi kucing yang sangat suci, ketika telah usai menunaikan puasa Ramadhan sebulan penuh. Masuk 1 Syawal, mulai dari nol katanya. Dosanya gak ada tersisa sedikit pun. Ckckck, subhanAllah..

Pertanyaanya.. Benarkah semua dosa-dosa kita — tanpa terkecuali —, bisa terampuni hanya dengan ditunaikannya fardhu puasa Ramadhan? Sayangnya, beberapa ustadz belum selesai menjelaskan hal ini. Padahal ada sebuah kaidah syara' yang berbunyi:

دليل العام يبقى في عمومه لم يرد دليل التخصيص

Makna umum tetap dalam keumumannya, selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya

[Lihat kitab an-Nidzomul Ijtima’I fil Islam, halaman 94]
Pertanyaan berikutnya.. Apakah ada dalil yang mengecualikan hadits tersebut? Ternyata, ada..

أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.”

[Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam kitab Shahihnya pada hadits nomor 2581:Telah berkata kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr, mereka berdua berkata: Telah berkata kepada kami Isma’il (yaitu Ibnu Ja’far), dari Al ‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم mensabdakan hadits di atas]
Jadi waktu itu ceritanya Rasulullah lagi bersama para sahabat. Mungkin, kurang-lebih lagi duduk-duduk gitu. Lalu Rasulullah bertanya, "Wahai sahabat sekalian, tahukah Kamu siapa orang yang bangkrut itu?" Maka, para sahabat menjawab, "Hmm.. orang yang udah nggak punya dirham lagi.."

Begitulah, menurut para sahabat, orang yang bangkrut itu adalah yang udah nggak ada duitnya lagi, udah habis. Yang udah nggak ada hartanya lagi, udah habis. Ibaratnya, kalau dalam bisnis, cashflownya goyah. Hehehe!

Ternyata, jawaban tersebut salah. Rasulullah bilang, sebetulnya orang yang bangkrut itu orang yang dateng menghadap kepada Allah Swt pas hari Kiamat, sambil membawa baaanyaaaak amalan sholat, baaanyaaaak amalan puasa (nggak pernah bolong), selaaaaaluu membayar zakat, (kalau perlu mah sekalian udah bulak-balik berhaji dan umroh, sampe-sampe dipanggil Pak Haji. Kalau nggak dipanggil Pak Haji, marah dia. Hehehe!).

Sudah Pegang Tiket
Sudah Pegang Tiket
Ibaratnya dia udah megang tiker Surga lah. Soalnya, task-task rukun Islam udah beres dikerjainnya semua. Udah digandeng malaikat Ridwan pulalah dia ibaratnya. Tinggal melangkah aja ke Pintu Surga.

Nah, kemudian...


Gara-Gara Sering Ngejek Orang

Seolah-olah, nanti saat dia udah tinggal secerca langkah lagi untuk masuk ke Surga, eeeh, tiba-tiba ada yang mengganggu.. Ada orang di belakang yang manggil-manggil dia.. "Wei, tunggu dulu! Tunggu!! Tungguuu!! Jangan masuk ke Surga duluu!!"

Lanjutnya, "Ya Allah! Jangan masukkan dia ke Surga!!"

Loh? Kenapa?

Dia lanjutkan lagi, "Dia itu, dulu sering ngejek-ngejek saya! Menghina saya! Mencemooh diri saya! Diri saya dijelek-jelekkannya gitu! Pokoknya sering banget saya sakit hati dibikinnya! Udah gitu, dia belum pernah minta maaf sama saya selama di Dunia!! Maka dari itu, jangan masukkan dia ke Surga ya Allah!"

Kemudian, bagaimana cara menyelesaikannya tuh? Rupanya, Allah tidak menyuruh mereka salam-salaman. Itu waktunya sudah lewat, harusnya di dunia kemarin. Rupanya, cara menyelesaikannya adalah, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi. Bisa jadi, pahala sholatnya tuh yang diambil..

Ketika sudah selesai proses transfernya, tau-tau ada yang tunjuk jari lagi, "Ya Allah! Dia juga pernah menjelek-jelekkan saya! Sakit hati saya ya Allah!" Maka akan diambilkan lagi pahalanya, dan diberikan si penuntut tersebut. Tau-tau, ada yang tunjuk jari lagi! "Dia juga pernah buat salah ke saya ya Allah! Belum pernah minta maaf dia!" maka diambil lagi pahala sholatnya.

Terus begitu, pahala amal kebajikannya diambil, diambil, diambil, sampai selesai tak ada yang menuntut lagi. Kalau udah selesai semua urusan soal caci-mencaci, jelek-menjelekkan, hina-menghina, dan sebagainya, barulah dia digandeng lagi, untuk masuk ke Surga.

Gara-Gara Kerap Memfitnah Orang

Udah enak-enak mau masuk Surga, eeeh, sayangnya, ada lagi orang yang dateng mengganggu, dan berkata, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia itu pernah memfitnah saya! Dia pernah menyebarkan berita buruk tentang saya! Padahal saya nggak pernah ngelakukan apa yang ia bilang itu! Pokoknya saya nggak terima kalau dia masuk Surga!"

bangkrut-di-akhirat
Bangkrut, Kehabisan Kas Pahala
Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya adalah, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi. Bisa jadi, pahala sholatnya tuh yang diambil lagi.. Nah, sialnya, kalau pahala sholatnya udah habis, maka yang diambil sekarang pahala amalan puasanya..

Nah, itu.. bukannya amalan puasanya menghapuskan dosa, tapi malah amalan puasanya digerogoti oleh dosa.

Kalau yang tunjuk jari makin banyak? Yah diambil teruslah pahala puasanya. Mungkin pahala puasa tahun lalu, tahun 2012, tahun 2011, dan seterusnya. Sampai semua urusan selesai! Kalau sudah, barulah ia bisa lanjut jalan lagi untuk ke Surga..

Gara-Gara Hobi Mencuri/Korupsi

Udah enak-enak mau masuk Surga, eeeh, sayangnya, ada lagi orang yang dateng mengganggu, dan berkata, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah memakan harta saya tanpa hak! Dia pernah ngutang, terus nggak dibayar!"

Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya bukan bayar pake duit, rupiah, dinar, balance paypal, bitcoin, dan sebagainya. Tapi, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.

Hmm.. nggak kebayang, gimana ya ceritanya kalau ada pejabat yang korupsi. Misalnya, ada kepala desa gitu yang korupsi. Misalkanlah rakyatnya ada 10.000. Wuih, itu 10.000 rakyatnya bisa nuntut semua itu! 10.000 tunjuk jari semua! "YA ALLAAAAHHHH~~!! JANGAN MASUKIN DIA KE SURGAAA~!! DIA PERNAH KORUPSIII~~!!" rame-rame gitu teriaknya. Cuma karena itu tadi, jatah buat rakyat diambilnya. Maka, amal kebajikannya pun diambil, dan bagikan satu per satu untuk 10.000 orang tersebut.

Itu baru setingkat lurah. Apalagi kalau bupati? Misalkanlah rakyatnya 3.000.000. Jatah buat 3.000.000 itu dia korupsi. Wuih, itu 3.000.000 itu! "YA ALLAAAAHHHH~~!! JANGAN MASUKIN DIA KE SURGAAA~!! DIA PERNAH KORUPSIII~~!!" Maka amal kebajikannya pun diambil, dan bagikan satu per satu buat 3.000.000 orang tersebut! WoOoOoOoW!! Na'udzubillahimindzalik!

Hmm.. apalagi kalau presiden? Waduh, 250.000.000 orang itu yang nuntut. Gimana nggak bangkrut itu? Tapi, kok bisa tahu itu ada presidennya korupsi? Tenang, di akhirat itu, nanti film tentang semua kejadian di dunia akan diputar.

kejadian-di-dunia-ditunjukkan-di-akhirat
Nonton Film: "Kelakuanmu Selama di Dunia - Tanpa Sensor!"
Makanya, setiap orang bisa menggugat semua nanti. "Itu, presiden saya! Dia itu tukang korupsi ya Allah!" Lalu presidennya bisa membantah, "Mana buktinya?" Ya tinggal diputar aja film tadi. Nggak ada yang bisa disembunyikan. Kalau dia tetep bohong, nanti tubuhnya yang berbicara. Tangannya bicara, kakinya bicara. Pokoknya, akan diadili dengan seadil-adilnya..

Itulah, yang membuatnya bangkrut..

Makanya sebetulnya agak lucu kalau kita lihat ada orang sekarang itu heboh banget pingin jadi bupati, pingin jadi gubernur, "Pilih gue! Coblos gue!" gitu. Padahal kalau ngelihat hadits ini, sebagus-bagusnya dia ibadah, kerjaannya sedekaaaah terus, kerjaannya umroooh terus. Rajin sholat, rajin ngaji, cinta Allah sampe mati, HABISSS itu semua pahalanya, kalau dia sampe berani korupsi.. Karena semua rakyatnya akan menggugat..

Dulu saja, Umar bin Khattab ketika jadi Khalifah, sempet bingung gitu. Bingungnya, karena pas beliau buku lowongan siapa yang mau jadi gubernur, tapi para sahabat nggak ada yang mau daftar. Semuanya tiarap, sembunyi. Padahal nggak pake pilkada, langsung aja. Tapi tetep nggak ada yang mau, karena sangkin takutnya.

Bahkan, Khalifah Ali bin Abi Thalib saja, itu baru bisa tidur tenang kalau semua harta di Baitul Mal udah bersih dibagikan ke semua rakyatnya. Kalau masih ada harta yang belum dibagi-bagiin, malah nggak bisa tidur. Yah, cuma satu itu saja yang dipikirkan. Gimana supaya harta ini selesai dibagikan semuanya.

Udah begitu, masih saja ada pula yang hobi ngomong, "Yah pilihlah yang mudharatnya paling kecil.. Mendingan daripada JIL-Syiah dsb yang naik.." Kalau saya mah nggak berani ngomong gitu.. Sumpah..

Gara-Gara Suka Menumpahkan Darah Orang

Masih ada nggak sisa pahalanya? Kalau masih ada, yah bagus deh, masih bisa masuk ke Surga. Tapi, belum selesai urusan. Ada lagi yang dateng menuntut, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah menumpahkan darahku!"

Hutang darah, sayangnya bukan dibayar pakai darah juga. Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.

Tahu-tahu, pahala puasanya udah habis. Maka diambil-ambil teruslah pahala zakatnya. Kemudian, ternyata, udah habis juga. Maka, diambil-ambillah pahala hajinya. Dan begitu seterusnya, pahala umroh, pahala sedekah, dan lain-lainnya, sampai selesai.

Apalagi kalau misalnya bener tuh kabar kekejaman "kelompok kepolisian yang menangani terorisme", ada asal-asal membunuh orang. Kalau nggak diselesain di dunia, diselesain di Akhirat nanti. Semua amal kebajikannya diambil, dan diberikan ke si penuntut.

Jangan pikir soal tuntut-menuntut di akhirat nanti ada belas kasihan yaa. Sampai-sampai itu
  • Suami bisa nuntut istrinya
  • Istri bisa nuntut suaminya
  • Anak bisa nuntut orang tuanya
  • Orang tuanya bisa nuntut anaknya
  • Sesama saudara kandung bisa menuntut
  • Sohib pun bisa saling menuntut
  • Apalagi 2 orang yang pacaran
Nggak ada cerita belas kasihan. Bahkan hutang 100 perak pun bakal dituntut! Sekecil apapun! Karena semua orang udah sibuk mikirin dirinya sendiri, gimana supaya dirinya selamat, gimana supaya dirinya selamat, gimana supaya dirinya selamat.

Gara-Gara Seneng Memukul Orang

Ternyata, ketika udah mau masuk Surga, masih aja ada lagi yang dateng nuntut, "Ya Allah! Jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah memukul saya! Nendang saya! Nempeleng kepala saya! Sakiiit ya Allah!"

Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.

Saat-Saat Bangkrut...

Yang mengerikan itu.. kalau ternyata orang yang nuntut masih banyak! Tapi, sayangnya pahala amal sholatnya udah habis! Pahala amal puasanya udah habis! Pahala amal sedekahnya uda habis! Pahala amal haji-umrohnya udah habs! Pahala amal tahajjudnya udah habis! Pahala amal lain-lainnya uda habis! Gimana terus coba cara nyelesain masalahnya? Masih banyak banget itu yang nuntut!!

Ternyata, cara menyelesaikannya adalah.. akan diambilkan dosa-dosa dari orang-orang yang menuntut tersebut, kemudian diberikan ke orang yang dituntut tersebut..

Lalu akhirnya dia dilemparkan ke Api Neraka.. Padahal tadi udah pegang tiket Surga.. Udah digandeng malaikat Ridwan.. Padahal rajin sholat, rajin ngaji, cinta Allah sampe mati..

Belum Selesai..

Silahkan Anda baca artikel Inilah Dosa Investasi yang Setiap Saat Kita Dapatkan, dan Bagaimana Cara Menggugurkannya.

Sudah? Ini baru secuil penjelesan. Bila Anda masih kuat, silahkan, saksikan video penjelasan lengkap terkait dosa investasi ini, yang dijelaskan oleh Ustadz Dwi Condro:


Oh iya, ngomong-ngomong, kalau nanti Anda nggak bisa tidur, jangan salahin saya yaa.. :'P

Sumber gambar: 1, 2, 3
Apa Benarkah SEMUA Dosa Anda Terampuni Gara-Gara Puasa Ramadhan? Apa Benarkah SEMUA Dosa Anda Terampuni Gara-Gara Puasa Ramadhan? Reviewed by Dani Siregar on Rabu, Juni 25, 2014 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.