5 Cara Keliru Anda dalam Menunjukkan Kepedulian Terhadap Korban Serangan Israel di Gaza-Palestina

5 Cara Keliru Anda dalam Menunjukkan Kepedulian Terhadap Korban Serangan Israel di Gaza-Palestina

Lagi-lagi, secara masif, Israel kembali menyerang Gaza-Palestina. Notabene tempat banyak saudara tercinta kita disana. Yang gilanya, warga Israel malah bertepuk tangan, pertanda asyik-asyikan menonton penyerangan Gaza, laksana nonton film di Bioskop. Otomatis, tentulah hal ini membuat kita gelisah, risih, marah, sedih, semua perasaan tidak enak bercampuraduk.

Karena hal ini, kaum muslim pun menunjukkan sikapnya. Ada yang:
  • Mengganti foto profil social medianya dengan gambar yang menunjukkan kepeduliannya.
  • Mengupdate status social medianya dengan hastag #PrayForGaza, #FreePalestine, dan sebagainya.
  • Berdo'a offline-online.
  • Aksi di jalan, menuntut pemerintah mengirimkan tentara untuk membantu Palestina.
  • Sedekah buat para korban disana.
  • Boikot produk-produk perusahaan yang pro dengan urusan Israel.
  • Jihad difâ‘i.
  • Dan lain-lain sebagainya..
Alhamdulillah, di satu sisi, saya pun turut berbahagia, karena meski ada perbedaan pada apa-apa yang kaum muslim perjuangkan, namun perjuangan tersebut senantiasa getol, agar Palestina bisa bebas dari kedzaliman Israel.

Namun, di sisi lainnya, ada pula beberapa hal yang saya khawatirkan. Yakni, ada hal-hal keliru yang terkandung dalam sebuah perjuangan tersebut. Karena, hal-hal keliru tersebut adalah hal-hal yang rusak lagi merusak.

Apa saja hal-hal tersebut? Ada 5. Nah, berikut ini 5 hal tersebut.

1. Bergerak Atas Dorongan Ikatan Kemanusiaan Semata

Belakangan ini beredar quotes seperti ini:
"You don't have to be a muslim to care about Gaza. This is not a matter of religion, it's a matter of humanity.."
Yang artinya:
"Anda tak harus jadi seorang muslim dulu untuk peduli Gaza (Palestina). Ini bukan persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan.."
Anda udah nggak asing kan dengan quotes tersebut? Nah, hati-hatilah. Saran saya, Anda tinggalkanlah quotes tersebut. Memangnya ada apa dengan quotes ini? Karena, saya khawatir, jerih-payah Anda dalam rangka membantu warga Palestina ini malah tidak membuahkan pahala.

Murnikan Niat Antum. Beramal Karena Allah, Bukan Karena Manusia
Murnikan Niat Antum. Beramal Karena Allah, Bukan Karena Manusia!
Soalnya kan, yang namanya semua ibadah itu, harus diniatkan hanya untuk Allah semata. Kita spontan start beramal, karena ada nash (dalil) syara'nya. Bukan karena yang lain. Karena kalau beramal karena manusia, bukan karena Allah, itu namanya riya.

Sementara, Rasulullah bersabda:


»مَنْ أَعْطَى ِللهِ، وَمَنَعَ ِللهِ، وَأَحَبَّ ِللهِ، وَأَبْغَضَ ِللهِ، وَأَنْكَحَ ِللهِ، فَقَدِ اسْتَكْمَلَ إِيْمَانُهُ «

Barangsiapa yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka telah sempurnalah imannya.

[Abu Isa berkata, hadits ini Hasan. Juga ditakhrij oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Ia berkata hadits ini shahih isnadnya meski tidak ditakhrij oleh Bukhari dan Muslim. Abu Dawud telah mentakhrijnya dari hadits Abu Umamah.]
2. Mengibarkan Bendera Nasionalisme

Nah, ketika mendesain suatu media, baik untuk dikampanyekan secara online maupun offline, banyak pula yang memasukkan brand Nasional negara Palestina, yang berciri khas dengan warna hitam-merah-hijau-putih. Hm, mereka belum paham mungkin, bahwa nasionalisme-lah awal dari kerusakan, yang memelopori penyerangan Israel terhadap Palestina pada abad ini.

Kibarkanlah Bendera Islam yang Dicontohkan Rasulullah!
Kibarkanlah Bendera Islam yang Dicontohkan Rasulullah!
Apa salahnya? Kan cuma bendera doang? Eits, ingatlah, bendera itu termasuk madaniyah khas, yakni simbol dari ashabiyah. Sebagaimana kalung salib, simbol dari aqidah Nasrani. Kan Rasulullah berwasiat:


«كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ»

Rayahnya (panji peperangan) Rasul Saw berwarna hitam, sedang benderanya (liwa'nya) berwarna putih.

[Imam At-Tirmidzi dan Ibn Majah telah mengeluarkan dari Ibn Abbas, ia mengatakan hal ini]


»وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَدْعُو إِلَى عَصَبِيَّةٍ أَوْ يَغْضَبُ لِعَصَبِيَّةٍ فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ«

..dan barang siapa yang berperang dibawah bendera ketidakjelasan, dan menyeru kepada kefanatikan, atau marah karena fanatik, kemudian terbunuh, maka terbunuhnya adalah terbunuh secara jahiliyah.

[HR. Nasai No.4045]
Sekiranya Anda belum paham tentang nasionalisme yang notabene anaknya sekelurisme, yang notabene penyebab hancurnya peradaban Islam. Silahkan Anda pelajari, klik disini.

Ukhuwah Islamiyyah VS Nasionalisme
Ukhuwah Islamiyyah VS Nasionalisme
3. Berusaha Berdamai dengan Israel

Ngomong-ngomong, tahukah Anda, kok dari dulu Israel hobi banget sih menyerang Palestina? Sudah hampir seratus tahun loh. Bahkan, sebelum mereka dalam bentuk negara Israel, juga udah hobi. Nah, silahkan, Anda bisa mengetahui kenapa, dengan cara menelusuri Kronologi Sejarah Palestina berikut ini:


Sudah? Sudah tahu begitu, masihkah Anda berharap untuk berdamai dengan Israel?

4. Berharap pada PBB

Tidak ada gunanya berharap pada PBB. Karena, justru PBB-lah yang membentuk Israel di wilayah Palestina. Udah gitu, didukung oleh Inggris dan Amerika pula lagi. Silahkan cek faktanya secara historis, mulai dari tahun 1948, PBB memang nggak bisa tuntas menyelesaikan masalah kaum muslim.
"Saya berjanji kepada Anda, bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun, untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur, dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu.."

[Barrack Obama]
5. Berhenti di Titik "Penambalan" Saja

Alhamdulillah, lumayan banyak kaum muslim yang sedekah kapada para korban di Gaza-Palestina sana. Dan pasti lebih baik lagi kalau lanjut melakukan "hal-hal yang lebih hebat daripada sedekah", tidak berhenti sampai di sedekah saja. Apa "hal-hal" itu? Nah, ini.. teruslah membaca..

Anda tahu nggak, apa sebenarnya "korban" itu? Korban itu adalah hasil dari penyerangan. Catat itu. Makanya, tugas kita bukan hanya menolong para korban saja. Tapi juga meniadakan penyerangan yang akan menimbulkan korban-korban baru.

Ibaratnya, kalau ada geng tukang buang sampah sembarangan, maka yang harus kita lakukan ada 2 hal. Pertama, kita kutip sampahnya yang berserakan di jalan, kemudian kita taruh pada tempatnya. Lalu, yang kedua, kita tangkap tukang buang sampah sembarangannya. Begituuu. Jangan cuma rutin ngutip sampah, tapi para pembuang sampahnya asih dibiarin ajaaaa terus berkeliaran.

Istilah singkatnya, jangan tambal-sulam.

Pertanyaannya, gimana caranya mengatasi masalah Palestina? Hanya ada 2 cara. Yakni, dengan jihad dan penegakan khilafah. Tidak ada cara lain.

Anda bayangin coba, sekiranya kita semua di berbagai negara terus-menerus mengingatkan dan menghimbau para penguasa di negeri-negeri Muslim yang tergabung dalam OKI, supaya mereka mau mengirim tentara ke sana, lalu satu negara mengerahkan 500 tentara aja, dari 50 negara OKI, itu udah 25.000 tentara tuh! Cukuplah untuk menghajar zionis Israel, right?

Dan supaya proses tersebut bisa berjalan dengan mulus dan lancar, kemudian tuntas, perlulah kita semua bersatu, dalam Daulah Khilafah Islamiyyah.

Selengkapnya, silahkan Anda ubek-ubek slide berikut ini.


Begitulah kurang-lebih, 5 cara keliru untuk peduli, yang kerap ada di sekeliling kita belakangan ini. Silahkan, mulailah Anda perbaiki, dan beritahukan pula kepada kerabat-kerabat Anda, untuk sama-sama memperbaikinya juga. WalLâh a’lam bi al-shawâb.. 

Sumber gambar cover: Ridwan Ardiansyahs Post
5 Cara Keliru Anda dalam Menunjukkan Kepedulian Terhadap Korban Serangan Israel di Gaza-Palestina 5 Cara Keliru Anda dalam Menunjukkan Kepedulian Terhadap Korban Serangan Israel di Gaza-Palestina Reviewed by Dani Siregar on Minggu, Juli 13, 2014 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.