Ringkasan Perbedaan Ilmu dan Tsaqafah

perbedaan-ilmu-tsaqafah-apa-defenisi-dan-artinya

Masih ingatkah Anda, di artikel sebelumnya, saya telah mengkritik Teori Darwin yang ada di mata pelajaran Biologi, hukum Kekalan Energi di mata pelajaran Fisika, dan Demokrasi di mata pelajaran Kewarganegaraan? Dan sebetulnya masih banyak lagi yang belum dikritik. Karena memang, ajaran-ajaran tersebut sangatlah sesat.

Sedikit mengulang, ringkasnya:
  • Karena manusia tidak berasal dari kera. Manusia itu langsung diciptakan oleh Allah, yang mana manusia pertama itu adalah Nabi Adam.
  • "Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan" berarti azali dong? Tidak berawal dan tidak berakhir gitu? Padahal azali itu hanyalah sifat yang dimiliki Allah saja.
  • Demokrasi itu kan kedaulatan di tangan rakyat. Padahal, dalam Islam seharusnya itu Assiyadah lissyar’iy. Yakni, kedaulatan di tangan hukum syara. Makanya sekarang orang yang mencuri itu dipenjara, bukannya hudud, sebagaimana yang diperintahkan Allah.
Barangkali sebagian dari Anda yang belum mengetahui, bahwa 3 contoh tersebut bukanlah ilmu. Melainkan, tsaqafah.

Lantaran, sejatinya ilmu itu adalah pengetahuan yang bersifat umum, bebas nilai, boleh dipelajari dan bebas pula diajarkan serta disebarluaskan. Tapi, kalau tsaqafah, belum tentu. Tsaqafah itu boleh dipelajari, tapi dengan syarat-syarat tertentu. Dan tsaqafah itu, ada yang boleh diadopsi, ada yang tidak boleh diadopsi.

Nah, maka dari itu, haruslah Anda bisa membedakan antara mana yang ilmu, dan mana yang tsaqafah? Serta mana tsaqafah yang boleh diadopsi, dan mana tsaqafah yang tidak boleh diadopsi?

Perbedaan Ilmu dan Tsaqafah

Ilmu itu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui jalan pengamatan (observasi), percobaan (eksperimen), research, survey, penyimpulan (inferensi), dan sebagainya. Yang dibahas adalah hukum alam, dan sebab-akibat. Contohnya, yang secara umum kita pelajari pada mata pelajaran Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika.

Ilmu

Sedangkan tsaqafah itu, adalah pengetahuan yang diperoleh melalui jalan pemberitahuan, penyampaian transmisional (talaqqi), dan penarikan kesimpulan (istinbath). Dan jadilah tsaqafah itu berupa konsep pemikiran dan pandangan hidup (persepsi) menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan. Bisa dibilang, dipengaruhi sebuah aqidah. Mengandung sebuah "keyakinan" gitu.

Makanya memang tsaqafah itu mengkaji tentang aspek-aspek kehidupan manusia yang berhubungan dengan budaya, adat, sosial, bahasa, agama, dan aspek lainnya.


Begitulah. Sudah pahamkah Anda? Kalau Anda sudah paham, insya Allah Anda akan segera mengangguk ketika membaca poin-poin berikut ini:

Ilmu Pengetahuan:
  • Penemuan
  • Dalam bentuk materi
  • Tidak mempengaruhi sikap dan kepribadian
  • Ruang lingkupnya universal
  • Pelakunya disebut scientist
Tsaqafah:
  • Penggalian atau penghayatan
  • Dalam bentuk suluk
  • Mempengaruhi sikap dan kepribadian
  • Ruang lingkup regional
  • Pelakunya disebut cendikiawan / filosof
Begitulah...

Sebenarnya masih banyak penjelasannya yang lebih panjang lagi. Namun karena judul artikel ini ada kata "Ringkasan", makanya yah saya ringkas saja. Hehehe! Sekiranya Anda ingin tahu lebih detail, silahkan Anda kaji refrensi-refrensi yang nanti saya paparkan di akhir artikel ini.

Tsaqafah Islam VS Tsaqafah Asing

Tsaqafah Islam adalah segala pengetahuan yang mana aqidah Islam merupakan sebab dalam pembahasannya. Dan seperti yang kita ketahui, definisi aqidah Islam adalah, pemikiran menyeluruh mengenai manusia, kehidupan, dan alam semesta.. serta hubungan antara semuanya dengan apa yang ada sebelum kehidupan (Penciptaan), dan setelah kehidupan (Hari Kiamat), ...serta mengenai hubungan semuanya dengan apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan (Syariat dan Hisab).

Contoh tsaqafah Islam, seperti halnya:
  • Kita meyakini bahwa rezeki itu semata-mata datangnya dari Allah
  • Kita beribadah semata-mata hanya untuk Allah
  • Kita wajib menunaikan sholat fardhu
  • Kita tidak boleh mengambil riba, memberi riba, termasuk tidak boleh mencatatnya dan menjadi saksinya.
  • Kita tidak boleh berkhalwat (seperti halnya pacaran) dengan lawan jenis non-mahrom yang tiada akad nikah.
  • Dan lain-lainnya
Tsaqafah Islam itu seluruhnya kembali kepada Al-Quran dan Sunnah
Intinya, tsaqafah Islam itu seluruhnya kembali kepada Al-Quran dan Sunnah. Dari keduanya, dengan memahami keduanya, dan yang mengharuskan keduanya, muncul seluruh cabang tsaqafah Islam.

Keduanya termasuk juga dalam tsaqafah Islam, karena aqidah Islam mengharuskan mengambil keduanya, dan terkait dengan apa yang dibawa oleh keduanya.

Berarti, tsaqafah asing adalah pengetahuan yang sebab pembahasannya berasal dari aqidah dan keyakinan yang bukan Islam. Contohnya: bahwa setiap tanggal 25 Desember itu harus merayakan natal. Nah, itu adalah tsaqafah asing. Karena berasal dari aqidah Kristen.

Nah, dengan begini, menjadi paham kan Anda? Kenapa 3 hal yang dibahas di atas tadi itu tidak boleh diadopsi dan disebarkan? Teori Darwin, Hukum Kekekalan Energi, dan Demokrasi, merupakan tsaqafah asing. Bukan berasal dari Islam.

Prakteknya

Tentunya, wajib bagi kita mengadopsi tsaqafah Islam, mengembannya, dan menyebarluaskannya. Dan tentu pula, haram bagi kita mengadopsi tsaqafah asing, mengembannya, dan menyebarluaskannya. Kalau ilmu, itu bebas.

Ilmu Akuntansi
Contoh kasusnya, apa hukumnya belajar ilmu akuntansi? Seperti halnya cara menghitung ROI, BEP, profit gitu? Yah boleh-boleh saja. Asalkan, tidak didasari tsaqafah asing.

Misalnya, Anda kulakan madu 10 lusin harganya Rp3.840.000. Besoknya, Anda jual lagi ke orang lain, dan semuanya laku, ludes, dengan harga Rp6.720.000. Nah, gimana ngitung profitnya? Yah pakai ilmu. Rupa ilmunya itu, yah tinggal dikurangi saja harga jual produk dengan modal kulakan. Rp6.720.000 dikurangi Rp3.840.000, sama dengan, Rp2.880.000. Untungnya segitu, Rp2.880.000.

Nah, itulah praktek ilmu.

Tapi, yang menjadi pertanyaan... untuk apa dia nyari untung? Yang dia yakini, nanti sebaiknya dan seharusnya untungnya itu dipakai untuk apa? Apakah dalam rangka menafkahi keluarga, seperti yang diwajibkan Allah? Atau dalam rangka buat "jajan" ke tempat pelacur, seperti yang diajak syaitan? Nah, pandangan hidup dan keyakinan itulah, praktek tsaqafah.

Sayangnya sih orang kurang melek, ketika kita mengkaji tsaqafah, seperti misalnya fiqih hukum melakukan anu gitu, katanya kita cuma sibuk teori nggak ada praktek. Padahal, praktek ilmu itu kan dorongan awalnya tsaqafah.

Contoh kedua nih. Coba deh lihat internet marketer yang riset mati-matian buat launcing campaign, dia berusaha mempelajari ilmu, mempraktekkannya, kan karena dorongan tsaqafah. Misal, dia punya hutang. Dia punya keyakinan bayar hutang itu hukumnya wajib. Kalau tidak, bisa bahaya nanti kondisinya di Akhirat. Makanya dia giat berilmu, biar produknya laku, terus bisa bayar hutang.

Contoh ketiga nih. Kita mau olahraga. Ntah jogging, main futsal, dll. Kalau kita yang ber-tsaqafah Islam, bisa jadi mau main futsalnya itu dalam rangka ikhtiar agar sehat. Karena misal kalau peredaran darah lancar, kan jadinya nggak mudah ngantuk-an. Kalau gampang ngantuk kan kadang mengganggu kita ketika lagi ibadah, kajian, dan dakwah. Pun, tata cara main futsalnya pastikan syar'i. Misal, tutup lutut. Karena lutut aurat kan? Jangan main judi. Dan jangan bawa-bawa cewek buat nge-cheers. Dan lain-lain.

Ingatlah Tutup Lutut Ketika Main Futsal, Karena Lutut Itu Termasuk Aurat

Kalau yang nggak ber-tsaqafah Islam? Yah ntah apa dorongan olahraganya, pun tatacaranya asal-asal aja. Main futsal lututnya nggak ditutup, kelihatan. Udah gitu sambil cakap kotor ngomong-ngomongin nama binatang dan nama kemaluan. Jogging matanya ngelirik-lirik "yang bukan haknya", dan sebagainya.

Teknologi
Contoh lainnya lagi. Ada 2 negeri yang sama-sama giat menemukan teknologi baru. Namun negeri yang satu sebab rajin berilmunya karena untuk memudahkan dakwah dan jihad, namun negeri yang satunya lagi sebab rajin berilmunya karena untuk memudahkan penjajahan dan perampokan sumber daya alam negeri lain. Yang satu mengemban tsaqafah Islam, yang satu mengemban tsaqafah kapitalisme.

Makanya masalah besar kita saat ini, banyak umat muslim yang belum benar-benar 100% mengemban tsaqafah Islam. Karena memang sistem di negeri-negeri saat ini didasari tsaqafah-tsaqafah asing.

Adapun kita yang niat banget kepingin mengemban tsaqafah Islam, tapi sistem malah memaksa kita untuk mengemban tsaqafah asing. Seperti halnya karyawan yang dipaksa pakai topi santa, mahasiswa yang dipaksa buka rekening ber-riba, kita semua yang dipaksa membayar pajak, dan lain-lainnya.

Begitulah...

Sekali lagi saya katakan, sebenarnya masih banyak penjelasannya yang lebih panjang lagi terkait ilmu dan tsaqafah ini. Seperti halnya bagaimana metode pembelajaran tsaqafah Islam, bagaimana umat muslim sekarang "hancur" karena mereka melepaskan tsaqafah Islam, malah mengemban tsaqafah asing, bagaimana cara melawan tsaqafah asing agar tsaqafah Islam bisa diemban dan disebarkan secara kaffah, dan lain-lain  sebagainya.

Namun karena judul artikel ini ada kata "Ringkasan", makanya yah saya ringkas saja. Hehehe! Insya Allah itu akan kita bahas di kesempatan lain. Sekiranya Anda ingin tahu lebih detail, silahkan Anda kaji refrensi-refrensi yang saya paparkan di akhir artikel ini.

Wallahua'lam bishshawab..

Ringkasan Perbedaan Ilmu dan Tsaqafah Ringkasan Perbedaan Ilmu dan Tsaqafah Reviewed by Dani Siregar on Jumat, Januari 16, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.