4 Inti Sebab Kenapa Sistem Ekonomi Kapitalisme Masih Bertahan?

sebab-kenapa-sistem-ekonomi-kapitalisme-masih-bertahan

Sebelumnya sudah kita bahas 4 inti sebab kenapa sistem ekonomi sosialisme runtuh terlebih dahulu. Padahal, kaum sosialis itu giat banget mengkritik Kapitalisme, tapi nyatanya sekarang malah mereka yang ambruk, Kapitalisme yang masih langgeng hingga sekarang (ketika artikel ini saya tulis). Malahan mabda (ideologi) Kapitalisme berhasil menguasai dunia.

Kok bisa? Nah, berikut ini, adalah ringkasan 4 inti sebab kenapa sistem ekonomi Kapitalisme masih bertahan?

#1. Senantiasa Memperbaiki Kelemahan-Kelamahannya » Neo Kapitalisme

Ternyata, setiap kali Kapitalisme itu dikritik, dikritik, dan dikritik, maka ia akan selalu memperbaiki, memperbaiki, dan memperbaiki kelemahannya. Makanya ada yang namanya Neo Kapitalisme.

Contohnya, kan Sosialisme itu dia mengkritik Kapitalisme, karena Kapitalisme itu kejaaaaam banget memperlakukan para pegawai. Tertindas gitu. Terutama persoalan upah besi. Sehingga menjadi kecemburuan sosial, dan terbentuknya kelas-kelas.

Karena kritik itu, Kapitalisme coba mengatur ulang sistem penggajiannya, supaya nanti (seolah-olah) para pegawai itu mendapatkan perlakuan yang layak, nggak tertindas lagi.

Contohnya, lihatlah konsep gaji yang diterima para karyawan di Perusahaan-Perusahaan sekarang. Ada gaji pokok, ada tunjangan-tunjangan. Dipisah gitu, ada gaji pokok, ada tunjangan, supaya di benak para karyawan itu, adanya tunjangan itu adalah kebaikan hati sang Juragan.

Namanya juga tunjangan, yah sifatnya opsional. Dikasih, syukur. Nggak dikasih, yaudah nggak apa-apa jugalah. Dengan kata lain, tunjangan itu bukan hak. Yang hak itu, cuman gaji pokok aja. Seolah ngasih gaji itu wajib, ngasih tunjangan itu sunnah. Jadi kalau rajin sunnah itu hebat banget rasanya.

Coba kalau misalnya orang tua ngasih makan nasi buat anaknya, itu wajar, karena haknya. Tapi kalau orang tua ngasih jajan cemilan biskuit, astor, kue buat anaknya? Itu terserah saja, nggak harus, karena bukan haknya. Tapi kalau dikasih, makin senang biasanya anaknya. Hehehe!

Begitu pula soal sang bos ke karyawan. Sang karyawan bakal tambah seneng sekiranya ia dapat:
  • Tunjangan kesehatan
    Tunjangan
  • Tunjangan transportasi
  • Tunjangan makan siang
  • Tunjangan sakit
  • Tunjangan hamil
  • Tunjangan melahirkan
  • Tunjangan hari raya
  • Tunjangan akhir tahun
  • Tunjangan istri
  • Tunjangan anak
  • Tunjangan beras
  • Dan tunjangan lain-lainnya
Banyak bangetlah tunjangan-tunjangannya, bahkan sampai ada tunjangan maut, hehehe! Di Medan dan sekitar Sumut, tunjang itu artinya menyepak (sepak), hehehe! :D

Jadi malah tersimpulkan, wah ini juragan baik hati banget, top markotop lah. Aslinya gaji cuma 400 ribu, tapi malah karena ada tunjangan 1,1 juta, jadi totalnya dapet 1,5 juta euy.. Kereeenn.. Padahal kalau dijumlahkan yah sama aja, memang harusnya haknya segitu. Hehehe!

Itu hanya topeng. Sehingga, wajah aslinya tak kunjung kelihatan. Sejatinya, para buruh itu yah masih tetap ditindas.

#2. Sangat Sukses dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi

Kapitalisme Sangat Sukses dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi
Yaps, ini sebabnya sampai sekarang Kapitalisme masih bertahan, nggak ada yang bisa ngalahin Kapitalisme untuk lomba memajukan pertumbuhan ekonomi. Soalnya, seolah-olah Kapitalisme ini bisa magic.

Maksudnya magic itu, coba lihat. Anda bisa membesarkan aset Perusahaan Anda 4 kali lipat, hanya dalam waktu yang ringkas. Misal, di Perusahaan Anda ada aset senilai 1 miliar. Bisa nggak iya itu dibuat jadi 4 miliar, dalam 1 bulan? Bisa-bisa aja, dalam Kapitalisme ini. Caranya? Dateng aja ke Bank. Hehehe!

Itu kan kalau level miliaran, kalau level triliunan? Yah bisa-bisa aja juga. Anda tinggal ngelempar saham. Nanti Anda cetak aja sahamnya, terus jual di Pasar Saham. Biasaya yang gitu berhasil melipatgandakan asetnya yang udah triliunan, hanya dalam hitungan bulan.

Makanya, ekonomi Kapitalisme ini paling jago, dan paling sukses mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

#3. Mampu “Menutupi” Kegagalannya dalam Mewujudkan Pemerataan Ekonomi

Pengalih Perhatian Politik & Ekonomi
Kemudian, Kapitalisme juga bisa "menutupi" kegagalannya dalam mewujudkan pemertaan ekonomi. Caranya? Yah dengan skema yang tadi itu misalnya, pakai model tunjangan.

Makanya kan ada faktanya orang yang cerita, "Eh, eh, Perusahaan tempat saya kerja.. itu baik amat loh... :3 Seluruh keluarga dari pekerjanya, itu dipiknikkan.. :D GRATIS!! XD Seluruh anggota keluarga gratiiss!! X) Terserah pula kami boleh milih, mau ke Bali, mau ke Jakarta, mau ke mana, seluruh dibiayain oleh Perusahaan.. ;)" Wuidih senengnya minta ampun. Padahal aslinya yah memang duit itu haknya dia, hehehe!

Baik sekali kelihatannya. Yah sekali setahun aja, biar nggak marah-marah.

Atau di sisi lain, masyarakat disibukkan dengan perihal entertainment. Dibuatlah dangdutan, ada banyak konser musik, lomba nyanyi bakat idol atau apalah itu namanya di TV, banyak film, banyak game, dan lain-lain sebagainya. Sehingga masyarakat sekarang berada di confort zone semu.

#4. Masih Menjadi Pemain Tunggal yang Belum Memiliki Alternatif Pengganti

Paling kan satu-satunya yang berani melawan Kapitalisme itu, cuma Sosialisme. Tapi itu pun Sosialisme udah kalah duluan kan. Karena udah tumbang, yah sekarang yang masih jalan tinggal Kapitalisme doang. Nggak ada lawannya lagi kah?

Kapitalisme Menguasai DuniaSelama memang nggak ada lawannya, berarti sampai kiamat Kapitalisme terus yang jalan berarti nih. Pun kalau ada kelemahan, ada yang cacat, dia bakalan segera dengan cepat memperbaiki diri. Ada krisis, bangkit lagi. Ambruk, bangkit lagi. Begitu-begitu terus.

Sejatinya, politik dunia ini hanya bisa berjalan, harus ada sistem yang mengaturnya. Karena sekarang yang ngatur dunia ini adalah sistem Kapitalisme, maka sampai nanti tetap bakal Kapitalisme yang jalan, kalau memang nggak ada sistem yang lain, selain sistem Kapitalisme.

Sementara, pada hari ini... sistem Ekonomi Islam yang kehadirannya ditunggu-tunggu, ternyata bukannya menjadi sistem alternatif, malah memperkuat sistem Kapitalisme. Masak semua yang ada di Kapitalisme malah diislamisasikan..
  • Misalnya, Kapitalisme itu kan punya Bank. Lalu, dibantu dibuat Bank Syariah. Benar-benar bantuan yang luar biasa GILA untuk memperkuat Kapitalisme. Sehingga kalau Bank Konvensional jatuh, tenang, masih ada Bank Syariah, begitu katanya.
  • Misalnya lagi, Kapitalisme itu juga punya asuransi. Lalu, dibantu dibuat asuransi syariah.
  • Ada lagi pegadaian, dibuatkan pula pegadaian syariah.
  • Yang nggak kalah parah, ada pasar modal, dibuatkan pula pasar modal syariah.
  • Pun ada saham, jadi ada saham syariah.
  • Ada pula obligasi, yang kita bertanya-tanya bisa nggak ya itu disyariahkan, eeh ternyata ada pula obligasi syariah. Namaya sukuk -_-.
Gara-gara gitu, Kapitalisme jadinya makin besar, dan makin kuat. Ujung-ujungnya yang bertahan tetap aja sistem Ekonomi Kapitalisme.

Pertanyaannya... menurut Anda, ini Kapitalisme ini dibiarin aja gini terus berjalan sampai kiamat, atau mau kita ganti? Hm? Mau diganti nggak? Kalau nggak, yaudah, biarin aja. Kalau iya, terus mau diganti dengan apa?

Sekiranya Anda bilang iya kudu diganti, okey, kita coba tunjukkin. Nih, namanya, sistem Ekonomi Islam..

Tapiii, ini bener-bener Ekonomi Islam tulen yaa.. Sistemik dia.. Bukan Ekonomi Islam gadungan, yang malah memperkuat Kapitalisme..

Yang namanya sistem itu kan ibarat sebuah Pohon yang utuh. Pohon yang utuh itu kan ada akarnya, ada batangnya, ada cabangnya, ada buahnya, dan ada daunnya. Itu yang disebut satu sistem.

Sistem itu Ibarat Satu Pohon Utuh yang Unik

Sekiranya kita sebut Kapitalisme sebuah sistem, berarti ia punya akar sendiri, batang sendiri, dan daun sendiri. Pun sekiranya kita sebut Islam itu sebuah sistem Ekonomi, maka ibaratnya itu seperti pohon yang lain, yang utuh juga. Begitu pula sistem Sosialisme, ibaratnya ia kudu seperti pohon lain yang utuh juga.

Dan perlu diingat, jangan lupa, mentang-mentang daunnya Kapitalisme dengan daunnya Islam sama-sama hijau, terus kita bilang Kapitalise itu sama dengan Islam gitu? Jangan. Ibarat pohon rambutan dengan pohon melon, kan 100% pastilah berbeda ya kan? Tapi kalau kita melihatnya kurang cermat, kita lihat itu pohon melonnya daunnya warna hijau, pohon rambutan daunnya juga hijau, jadinya pohon melon dengan pohon rambutan itu sama gitu? Ooh tidak.

Memang kalau kita melihat sistem Ekonomi tapi kurang teliti, bakal kelihatan kayak ada yang sama-sama gitu. Sebaliknya, kalau teliti membahas yang namanya sistem, haruslah kita melihat akarnya, batangnya, daunnya, dan buahnya.

Begitulah, yang namanya sistem.. Sepakat iya?

Berarti kalau sekarang kita mau bahas sistem Ekonomi Islam, berarti harus kita mulai dari akarnya. Karena dari situ nanti kelihatan bedanya dengan Kapitalisme dengan Sosialisme.

Nah, kalau begitu, insya Allah di artikel selanjutnya akan kita bahas akarnya sistem Ekonomi Islam. Lebih tepatnya, bagaimana pandangan dasar sistem Ekonomi Islam.

Wallahua'lam bishshawab..

Refrensi:
4 Inti Sebab Kenapa Sistem Ekonomi Kapitalisme Masih Bertahan? 4 Inti Sebab Kenapa Sistem Ekonomi Kapitalisme Masih Bertahan? Reviewed by Dani Siregar on Rabu, Januari 21, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.