Bagaimana Tata Cara Mengemban Dakwah Islam? (Gambaran Umum & Ringkasnya)

Bagaimana Tata Cara Mengemban Dakwah Islam?

Di artikel-artikel sebelumnya, kita sudah beberapa kali membahas bahwa betapa banyaknya kerusakan yang tampak di muka bumi ini, baik pada benda mati maupun benda hidup, termasuk pada umat muslim. Baik rusak secara fisik maupun psikis.

Pastinya kita bertanya, why? Kok bisa rusak banget gitu? Apa sebabnya? Kurang-lebih, beberapa diantaranya yaitu, Kaum Muslim:

Maka dari itu, haruslah saat ini kita melanjutkan kehidupan yang Islami. Caranya gimana? Tidak lain dan tidak bukan, yah dengan dakwah. Kita kasih tahu nih ke orang-orang, sadarin mereka, bahwa sekarang ini aslinya mereka sedang dalam kondisi yang krisis. Dan hal itu harus segera disudahi.

Solusinya, mereka harus "mengambil" Islam secara total. Karena memang hanya Islam-lah satu-satunya solusi hidup mereka.

Yaps, begitulah, yang memang diajarkan Rasulullah Saw, dan dicontohkan oleh para sahabatnya. Dengan kata lain, dakwah itu hukumnya wajib. Sekali lagi, dakwah itu hukumnya wajib.
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

[QS. Ali Imran (3): 104]
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجٰدِلْهُم بِالَّتِى هِىَ أَحْسَنُ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah (hujjah) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

[QS. An-Nahl (16): 125]
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ اللّٰـهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰـهُ ۗ إِنَّ اللّٰـهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[QS. At-Taubah (9): 71]
“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya. Akan tetapi, yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman."

[HR. Muslim]
“Demi Dzat Yang jiwaku ada di dalam genggaman tanganNya, sungguh kalian melakukan amar makruf nahi ‘anil mungkar, atau Allah pasti akan menimpakan siksa; kemudian kalian berdoa memohon kepada Allah, dan doa itu tidak dikabulkan untuk kalian,"

[HR. at-Tirmidzi dan Ahmad]
“Perumpamaan orang yang menjaga dan menerapkan batas (peraturan) Allah adalah laksana kelompok penumpang kapal yang mengundi tempat duduk mereka. Sebagian mereka mendapat tempat di bagian atas, dan sebagian lain di bagian bawah. Jika mereka membutuhkan air, maka harus berjalan melewati bagian atas kapal. Maka mereka berujar: “Bagaimana jika kami lobangi saja bagian bawah kapal ini (untuk mendapatkan air) toh hal itu tidak menyakiti orang yang berada di bagian atas”. Jika kalian biarkan mereka berbuat menuruti keinginan mereka itu, maka binasalah mereka, dan seluruh penumpang kapal itu. Tetapi jika kalian cegah mereka, maka selamatlah mereka dan seluruh penumpang yang lain."

[HR. Muslim]
“Siapa saja yang bangun di pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna sedikit pun di sisi Allah...Siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka dia tidak termasuk golongan mereka."

[HR. ath-Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari]
Kalau Anda teliti membaca dalil-dalil di atas, kelihatan tuh, nampak tegasnya perintah berdakwah itu. Ada qarinah-nya.

Betapa tidak, kalau kita nggak mau dakwah...
  • berarti kita seneng dong ketika ada teman-teman atau keluarga kita yang sengsara?
  • Anda nggak gelisah ngelihat teman-teman SMA Anda masih pada pacaran?
  • Anda nggak gelisah ngelihat teman-teman SMP masih pada buka aurat? 
  • Kebayang nggak nanti gimana mereka dibakar di Neraka kalau masih tetap pacaran dan buka aurat terus?
  • Anda nggak gelisah ngelihat Paman dan saudara pada ngambil riba?
  • Berarti kita dzalim dong, ngerasin enaknya iman dan nikmat istiqamah cuma buat diri sendiri aja, yang lain nggak?
  • Terlebih lagi, berarti kita mau gitu disiksa di Akhirat nanti?
Tidaklah yaw, saya yakin pasti Anda juga ngomong begitu. Pastilah, Anda memilih jalan dakwah.

jalan dakwah adalah poros hidup

Apa itu Dakwah?

Well, saya tahu pasti Anda semakin lama semakin panas, dan ingin segera berdakwah. Tapi, sebelum Anda mulai masif berdakwah, ataupun ingin lebih memasifkan dakwah Anda yang selama ini Anda rasa belum optimal, ada baiknya Anda harus paham dulu, apa sih artinya dakwah itu?

"Dakwah" itu menurut bahasa, itu artinya "seruan". Kalau menurut syariah, dakwah itu adalah, seruan kepada manusia untuk memeluk dan mengamalkan Islam, serta melakukan kemakrufan dan mencegah kemungkaran.

Faktanya, bisa juga dikatakan, bahwa dakwah itu adalah upaya untuk mengubah masyarakat, baik pemikirannya, perasaannya, maupun sistem aturannya, dari masyarakat jahiliah, ke masyarakat Islam.

Siapa yang Berdakwah? Berdakwah ke Siapa?

Orang-orang yang wajib mendakwahkan Islam, adalah siapa yang:
  • Beragaman Islam
  • Baligh
  • Berakal
Udah, 3 itu aja. Coba Anda cek, apa 3 hal tersebut ada pada Anda? Kalau misalnya Anda bukan Islam, atau masih kecil, atau lagi gila, Anda boleh nggak usah dakwah, hehehe! Kalau nggak termasuk, berarti yah Anda wajib berdakwah.. :D

Terus, dakwahnya ke siapa? Yah ke siapa saja. Baik dia kafir, maupun muslim. Baik targetnya itu seseorang, maupun sebuah kelompok/genk/komunitas, bahkan sebuah negara.

Apa Tujuan Berdakwah?

Inti tujuan berdakwah itu adalah supaya berubahnya keadaan yang nggak Islami, menjadi Islam, hingga kemudian bisa mendekatkan diri pada Allah Swt. Maka dari itu, haruslah terjadi perubahan itu, jangan sampai kita menyeru-nyeru tersebut, tapi kita asal menyeru saja, nggak ada berusaha gitu supaya orang jadi berubah melalui seruan kita.

Dan seruan guna perubahan yang dimaksud itu adalah:
  1. Menyeru orang kafir agar masuk Islam
  2. Menyeru orang Islam supaya melaksanakan hukum Islam secara total
  3. Menegakkan kemakrufan dan mencegah kemungkaran, baik yang dilakukan individu, kelompok, maupun negara
Berarti, nanti arah proses dakwah itu:
  • Mentauhidkan Allah. Berarti, disini ada penanaman secara kuat terkait kalimat Laa ilaaha illaa Allah. Nggak ada yang patut disembah, ditakuti, diharapkan keridhaannya, selain Allah Swt semata. Nggak ada yang mendapatkan paling banyak 24 jam waktu kita, duit-duit kita, tenaga dan stamina kita, selain Allah Swt semata yang prioritas. Pokoknya semua hidup kita, hanya untuk Allah Swt. Itulah maknanya menyembah Sesembahan (Illah).
  • Menjadikan Islam sebagai rahmat. Kalau udah beriman pada Allah Swt, berarti tentulah jadinya kita yakin dan tunduk pada semua syariatNya. Kerjakan apa yang Ia perintahkan, dan tinggalkan apa yang Ia larang. Nggak ada ceritanya hukum buatan manusia itu diikuti. Pokoknya cuman Islam-lah yang bisa mendatangkan rahmat dan kemaslahatan.
  • Menjadikan Islam sebagai pedoman hidup. Yah yang namanya "hidup", berarti tiap kita mau ngapa-ngapain, berarti Islam dijadiin pedoman setiap saat. Berarti, kalau gitu, seeemmmmuuaaaa aturan Islam harus dipraktekkan. Nggak boleh misalnya sholat iya, tapi bayar zakat nggak mau. Nggak boleh misalnya puasa Ramadhan iya, tapi qishash nggak mau. Itu bukan pedoman hidup namanya, tapi pedoman iseng. Kalau ada yang begitu, disitu kadang saya merasa sedih.... :'(
  • Menggapai ridha Allah. Kita kan awalnya kenapa berdakwah, karena perintah Allah kan? Yasudah, nggak ada urusan kita sama ridha orang. Termasuk, nggak ada urusan juga kita sama ridha nafsu kita sendiri. Sekiranya itu semua tidak selaras dengan ridhaNya. Dengan kata lain, ikhlas. Nggak ngarep pujian, bukan biar dibilang hebat, bukan supaya dapat duit, bukan supaya dapat akhwat yang cakep terus nikahi lalu kabur, dan sebagainya. Pokoknya karena satu hal aja, biar dapat ridha Allah. Intinya, itu tadi, ikhlas.

Bagaimana Rasulullah Saw Berdakwah?

Naah, yang namanya mendakwahkan Islam, berarti haruslah kita melakukannya secara Islami, iya kan? Dan gimana biar tahu cara yang Islami, yah tinggal tanya aja ke siapa yang ngasih tahu kita gimana cara sholat, cara puasa, cara bayar zakat, dan sebagainya. Siapakah orang itu? Tidak lain dan tidak bukan, ialah Nabi Muhammad, Rasulullah Saw.

Bagaimana tahapan-tahapan Rasulullah Saw. mendakwahkan Islam, gambaran ringkasnya pernah saya paparkan di sebuah infografis Bagaimana Tahapan Rasulullah Mendirikan Daulah Islam yang pernah saya buat pas awal tahun 2014 lalu.

Bagaimana Tahapan Rasulullah Mendirikan Daulah Islam

Intinya, ada 3 tahapan (marhalah) kan:

  1. Tahapan pembinaan dan pengkaderan (marhalah tatsqif wa taqwim)
  2. Tahapan interaksi dengan masyarakat dan perjuangan (marhalah tafa'ul wa al-kiffah)
  3. Tahapan penerapan syariat Islam (marhalah istilamil hukmi)

Isn't it? Benar-benar sesuai dengan Rasulullah kan? Sebagaimana yang kita ketahui, biasa kita pelajari di TK, SD, SMP, pengajian, buku, dan lain-lainnya:
  • Tahapan pertama dan kedua itu merupakan perjalan dakwah di Mekkah
  • Sedangkan tahapan ketiga itu udah di Madinah
  • Dan di tahapan pertama itu Rasulullah Saw. dan para sahabat dakwahnya secara diam-diam (sirriyah)
  • Mereka belajar di Darul Arqam
  • Kemudian mereka yang dibina itu, menyebarluaskannya lagi ke kenalan-kenalan lainnya
  • Termasuk Khabab bin Arts yang mengajarkan al-Qur'an di Rumah Fatimah binti al-Khaththab bersama suaminya, hingga kemudian Umar bin al-Khaththab masuk Islam (ini apa lagi, pasti Anda udah tahu)
  • Hingga nanti mereka mencapai 40 orang
  • Rasulullah berdakwah dalam aspek aqidah, sosial, ekonomi, maupun siyaasiyah (politik). Makanya berencana menaklukkan Kerjaan Romawi dan Persia. Makanya ada ayat terkait perang kan. Makanya pula ada ayat terkait muamalah kan, seperti misalnya QS. Al-Muthaffifin ayat 1 sampai 3, QS. Al-Baqarah ayat 282, QS. Al-Hasyr ayat 7, dan lain-lainnya, yang turun di awal-awal Mekkah dan Madinah waktu itu
  • Kemudian turun surat al-Hijr ayat 94, yang mana mulai dari situ, berdakwah secara terang-terangan, tanpa segan-segan, Rasulullah rutin membacakan ayat pertama dari surat Al-Lahab
تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ
Binasalah kedua tangan Abu Lahab (pemimpin Quraisy itu) dan sesungguhnya dia akan binasa..

[QS. Al-Lahab (111): 1]
  • Pokoknya setiap kekufuran harus ditentang, hanya Islam yang patut ditinggikan
  • Tidak peduli dan tidak ada kompromi target dakwah itu ntah suku apa dia, bangsa apa dia, apa adat-istiadatnya, intinya kan manusia itu sama aja sama-sama punya hajatul udhawiyyah, gharizah, dan akal, berarti tetap cocok dengan Islam
  • Sebab sejatinya setiap pengemban dakwah punya modal sikap terus terang, keberanian, kekuatan, dan pemikiran
  • Hingga kemudian setelah melalui berbagai proses, hijrahlah kaum Muslim ke Madinah
  • Kemudian berdirilah negara Islam tulen yang pertama
  • Lalu akhirnya bisalah syariat Islam diterapkan secara total, no aurat, no miras, no berhala, dan no benda haram serta no aktivitas haram lainnya, karena memang hukum negaranya begitu
  • Disitu mulai membangun Mesjid kan, Mesjid Quba
  • Kemudian ada itu Rasulullah mempersaudarakan Bilal yang dari Afrika dengan Abu Rumam Al Khutsa'mi, Salam Al Farisi dari Parsi, dan Mush'ab bin Umair, dan lainnya. Jadi makin kuat banget ikatan aqidah Islam itu, ukhuwah islamiyyah-lah yang nomor satu, meski beda suku, bangsa, dan latar belakang lainnya.. 
  • Terus ada menyusun piagam perjanjian
  • Mengirim surat kepada kepala-kepala negara/kerajaan
  • Memaklumkan perang kepada orang-orang yang menentang dakwah Islam
Begitulah gambaran ringkasnya. Jadi, cukup jelas ya terkait bagaimana metode (thariqah) dakwah Rasulullah? Jangan sampai nanti Anda semangat dakwah tapi metodenya aneh-aneh.

Sekarang, coba cek, apakah Anda sudah berdakwah menyebarkan Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabat? Atau Anda malah masih lebih banyak main-main dan ketawak-ketawaknya daripada dakwahnya? Atau barangkali Anda udah rajin berdakwah, tapi ternyata kurang mirip dengan cara yang Rasulullah contohkan?

Mari kita renungkan, terutama diri saya pribadi. Sekiranya masih ada yang nggak beres, haruslah segera kita bereskan sekarang. Nah, boleh pula, apa yang nggak beres itu Anda paparkan di kotak komentar di bawah ini, siapa tahu nanti saya atau ada pengunjung lain yang bisa bantu untuk membereskannya...

Wallahua'lam bishshawab..

Refrensi:
Bagaimana Tata Cara Mengemban Dakwah Islam? (Gambaran Umum & Ringkasnya) Bagaimana Tata Cara Mengemban Dakwah Islam? (Gambaran Umum & Ringkasnya) Reviewed by Dani Siregar on Minggu, Februari 22, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.