1 Tips Tokcer Agar Diskusi Jadi Enak: Berangkat dari Definisi

1 Tips Tokcer Agar Diskusi Jadi Enak: Berangkat dari Definisi
Sumber gambar: Fanpage Al-Azhar Press
Apakah Anda pernah berdebat kusir dengan seseorang? Atau diskusi di sebuah forum, atau hanya sekadar ngobrol, tetapi akhirnya jadi ngarol-ngidul nggak jelas apa hasil akhirnya?

Tidak sedikit, biasanya kenapa diskusi dan lain sebagainya begitu menjadi nggak jelas gitu, salah satu penyebabnya adalah karena tidak jelasnya definisi dari suatu istilah.

Termasuk beberapa istilah tsaqafah Islam:
  • Bid'ah
  • Riba
  • I'tikaf
  • Khilafah
  • Khawarij
  • Riswah
  • Sunnah
  • Jihad
  • dan lain-lain...
Termasuk pula beberapa istilah lain, selain tsaqafah Islam..
  • Demokrasi
  • Sekulerisme
  • Terorisme
  • Radikalisme
  • Reklamasi
  • Ideologi
  • dan lain-lain...
Karena memang ada beberapa fakta, ketika seseorang tidak menerima pendapat lawan bicaranya, namun akhirnya dia berubah menjadi menerima pendapat lawan bicaranya. Lantaran, sebelumnya dia tidak paham fakta istilah yang dipaparkan lawan bicara itu bagaimana sih. Setelah dipaparkan definisinya, barulah ia akhirnya paham dan setuju.

Misalnya, ada yang mengatakan, bahwa tatkala seseorang bersungguh-sungguh dalam bekerja mencari nafkah, atau dalam belajar di Sekolah maupun Kampus, maka orang tersebut termasuk mujahid yang tengah berjihad.

Hmm.. benarkah anggapan seperti itu? Atau salah? Atau benar? Atau salah? Biar jelas, haruslah kita berangkat dari definisi, apa itu jihad? 

Jihad menurut pengertian bahasa (lughah) artinya adalah mengerahkan segenap kemampuan (badzlul wus’i). Bersungguh-sungguh gitulah.. Adapun menurut istilah syariah, pengertian jihad adalah berperang di jalan Allah Swt melawan kaum kafir, dan semua hal yang berhubungan dengannya.

Dengan demikian, maka jelaslah fakta seperti apa yang layak disebut berjihad.

Contoh lainnya lagi.. Ada orang yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat ra itu merupakan orang yang paling berdemokrasi, karena senantiasa bermusyawarah. Tapi ada juga orang lain yang menyanggah, justru Rasulullah Saw dan para sahabat ra itu tidak mungkin mengemban paham Demokrasi. Hmm.. benarkah anggapan seperti itu? Atau salah? Atau benar? Atau salah? Biar jelas, haruslah kita berangkat dari definisi, apa itu Demokrasi? 

Demokrasi itu adalah sistem pemerintahan yang mana kedaulatannya berada di tangan rakyat, dan kekuasannya pun berada di tangan rakyat, yang notabene fakta Demokrasi hari ini lahir dari aqidah sekulerisme.

Nah, kalau kita paham definisinya itu, jadinya kita tahu ternyata kalau soal sistem pemerintahan zaman Rasulullah Saw dan para Khalifah dulu itu, khas kedaulatannya di tangan syara', dan kekuasaannya di tangan umat.

Jadi, yang bilang Demokrasi itu sama dengan musyawarah, itu berarti dia ngarol-ngidul.

Nah, begitu pula soal istilah lainnya, haruslah kita pahami apa definisinya, supaya enak rasanya saat tengah berdiskusi, berdebat, dan sebagainya.

Kesimpulannya, senantiasalah berangkat dari membahas definisi.

Tambahan

Oh iya, sekadar tambahan.. maksud saya, kita memang harus berangkat dari defnisi, itu merupakan satu pembahasan yang sifatnya umum. Namun, nanti ada juga satu pembahasan lain yang lebih khusus lagi, seperti misalnya definisi itu kan tidak hanya satu, melainkan ada beberapa.

Nah, saya ingin mencoba menambahkan sebagian pembahasan khusus tersebut.

Definisi yang baik dan benar itu dia harus memenuhi 2 hal, yakni harus menyeluruh (jaami'an) sekaligus mencegah (maani'an). Maksudnya jami'an itu, mencakup seluruh bagian-bagian dan sifat-sifat dari sesuatu yang didefinisikan. Maksudnya mani'an itu, mencegah masuknya makna asing ke dalam sesuatu yang didefinisikan. Jadi enak kan, jelaslah dia mencakup apa saja dan terbatas pada apa saja.

Sekadar tambahan lagi, pun ada baiknya kita pelajari pula; suatu istilah itu awalnya bagaimana, sejarahnya, latar belakangnya, dan sebagainya. Juga, sekalian lebih bagus lagi kalau kita merujuk ke orang teladan atau tokoh masyhur yang memang sangat konsisten mengampanyekan suatu istilah tersebut.

Sekarang, coba Anda bayangkan.. Bila Anda paham betul apa itu definisi Islam, definisi Demokrasi, definisi Khilafah, definisi bid'ah, dan definisi-definisi lainnya, tentu itu akan sangat membantu Anda menjadi lebih pede saat berdiskusi, Sehingga, pun argumentasi Anda menjadi lebih kuat.

Bandingkan dengan diri Anda sebelumnya; atau lawan bicara Anda, yang tak paham definisi, begitu mudahnya dibantah, lantaran memang penjelasannya nggak jelas, ngarol-ngidul, hehehe!

Yah, jadi, begitulah.. sekali lagi, kesimpulannya, senantiasalah berangkat dari membahas definisi. Ini ilmu mahal yang tak sedikit orang agak lalai memperhatikannya.

Wallahua'lam bishshawab..
Diberdayakan oleh Blogger.