7 Dalil Tentang Ngerinya Riba, yang Bakal Bikin Anda Susah Tidur Malam Ini!

7 Dalil Tentang Ngerinya Riba, yang Bakal  Bikin Anda Susah Tidur Malam Ini!

Apakah Anda ada kenal dengan orang yang tengah berhubungan dengan riba? Atau, tidak berhubungan, hanya 'bersenggolan' saja? Atau, bahkan teman-teman dan saudara-saudara Anda masih banyak yang hobi bermain-main dengan riba?

Hmm.. faktanya, memang hari ini nyaris tidak ada manusia di Bumi ini yang tak berhubungan dengan riba. Padahal, seluruh ulama sepakat, riba itu hukumnya haram, lantaran jelas sekali tercantum di Al-Qur'an.

Hmm.. kasihan memang, harus dikasih tahu.. :( Kenapa bisa seperti itu? Bisa jadi, mereka belum banyak tahu atau lupa dengan dalil-dalil ancaman bagi pemakan riba. Tentunya, sama juga dengan  pemberi riba, pencatatnya, dan saksinya.

Nah, berikut ini adalah 7 dalil tentang ancaman riba, yang demikian mengerikan, sehingga bakalan membuat siapapun riba holic menjadi susah tidur.

1. Lebih Mengerikan daripada 36 Kali Berzina dengan Pelacur

دِرْهَمٌ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang, sementara ia tahu, lebih berat (dosanya) daripada berzina dengan 36 pelacur.”

[HR. Ahmad dan Al Baihaqi]
Apakah Anda atau kenalan Anda pernah berzina? Alhamdulillah tidak pernah, saya yakin. Jangankan berzina, niat aja pasti nggak ada.

Nah, anehnya, ada seolah-olah orang yang nggak pernah sekalipun berzina, namun mendadak tiba-tiba dia langsung '36 kali berzina'! Hiih!! Na'udzubillahimindzalik! Siapa itu? Ialah pemakan riba.

Itu pun kalau makan ribanya satu dirham, yang mana pada saat ini, satu dirham itu sekitar Rp60.000; nah, gimana kalau makan ribanya sampai Rp600.000? Apalagi Rp6.000.000?

Waduh.. nggak kebayang.. kalau orang punya dosa satu kali berzina saja sudah nunduk-nunduk jalannya, apalagi yang punya dosa ratusan kali berzina, harus gimana lagi tuh..

Namun tentunya kita sangat tidak berharap dan senantiasa berusaha mencegah agar tak terjadi satu perzinaan pun. Apalagi riba. Termasuk, Anda pun pasti tak akan mau melakoni riba, berapapun itu.

2. Seperti Menzinai Ibu Kandung Sendiri

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. .”

[HR al-Hakim dan al-Baihaqi]
Duh, berzina saja itu sudah dosa besar, apalagi berzina dengan ibu kandung sendiri, Na'udzubillahimindzalik! Makin besar dosanya! Padahal, dosa yang besar banget itu hanyalah dosa riba yang paling ringan.

Kalau begitu, khawatirlah tak bisa masuk Surga. Katanya surga di bawah telapak kaki ibu, tapi 'ibunya sendiri dizinai'. Nggak kebayang, gile bener.. :'(

3. Hampir Seperti Mati Kafir, Masuk Neraka 'Selama-Lamanya'

وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ...

"Dan barang siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni Neraka; mereka kekal di dalamnya."

[QS. al-Baqarah: 276]
MasyaAllah.. padahal, satu-satunya tipe siapa yang masuk Neraka selama-lamanya, hanyalah orang kafir saja. Kalau orang muslim, meskipun dia banyak maksiat apapun, namun ia masih punya iman; insya Allah akhirnya akan masuk Surga juga.

Namun, barangkali Anda heran.. apa mungkin ada satu maksiat yang meskipun kita muslim, namun bisa menjerumuskan kita ke Neraka selama-lamanya? Berarti, dosa riba ini memang luar biasa besar.

Bayangkan..
  • Dia sudah mengerjakan sholat fardhu 5 waktu, tepat waktu terus, nggak pernah tinggal. Pun rajin pula dzikir dan do'a..
  • Tapi masih mengulang-ulang mengambil riba, maka tempatnya di NERAKA, dan akan KEKAL di dalamnya..!!
  • Setiap tahun tertib menjalankan puasa Ramadhan, nggak pernah bolong sama sekali.
  • Tapi masih mengulang-ulang mengambil riba, maka tempatnya di NERAKA, dan akan KEKAL di dalamnya..!!
  • Sudah naik haji, rajin umroh pula.. berulang-ulang naik haji, berulang-ulang umroh..
  • Tapi masih mengulang-ulang mengambil riba, maka tempatnya di NERAKA, dan akan KEKAL di dalamnya..!!
Na'udzubillahimindzalik! Adakah ancaman pelanggaran syariat yang lebih mengerikan dari ayat ini?

Meski memang, ada penafsiran bahwa makna hum fiihaa khaaliduun (mereka kekal di dalamnya) itu ada 2 kemungkinan; sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah:

Kemungkinan pertama, ada jenis orang yang memang beneran masuk Neraka selama-lamanya. Benar-benar tak akan menginjakkan kaki di Surga. Yaitu, mereka yang punya keyakinan yang pasti sepasti-pastinya bahwa riba itu tidak haram sama sekali. Dia bilang, "SIAPA SIH YANG NGOMONG RIBA ITU HARAM?! HA?! NGGAK ADA ITU! BUNGA ITU BOLEH! NGGAK ADA ITU HARAM-HARAMAN!". Kalau memang secara i'tiqadi menolak syariat yang jelas-jelas qath’iy tsubut dan qath’iy ad-dilalalah tentang keharaman riba itu, itulah yang bisa jatuh kafir, lalu abadi masuk Neraka selama-lamanya.

Kemungkinan kedua, ada jenis orang yang masih saja terus mengulang-ulang mengambil riba, tapi sebetulnya 'hati kecilnya' tak suka itu, lantaran ia paham bahwa sebetulnya memang riba itu haram hukumnya. Hanya saja dia tetap melakoni riba, dengan berbagai alasan; kepepet, terpaksa, niatnya sedekah aja, nggak apa-apa sekali-sekali, ribanya sedikit aja, dan lain sebagainya.

Nah, untuk jenis yang kedua tersebut, insyaAllah tidak akan masuk Neraka selama-lamanya. Hum fiihaa khaaliduun dimaknai mubalaghah, berarti maksudnya dia masuk Nerakanya lamaaaaa banget. Ntah berapa juta tahun.. atau ntah berapa milyar tahun.. sangat amat lama dah..

Namun, bila ia tetap punya iman bahwa riba itu haram, maka suatu ketika, dia akan diangkat dari Neraka oleh malaikat.

(Walaupun sudah gosong, hehehe....)

Lalu dicelupkan ke Sungai Surga, lalu masuk ke Surga juga akhirnya.

Kita tinggal pilih yang mana. Kalau saya sih, nggak mau dua-duanya, hehehe.

4. Mempersilahkan Allah, agar Sekampung Kena Adzab

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.”

[HR. al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani]
Tidak heranlah apabila di Indonesia kita tercinta ini, senantiasa banyak masalah. Hidup serba susah. Susahnya bukan sekadar karena mental individunya pemalas, melainkan susahnya susah kolektif dan sistemik, lantaran adzab.

Kalau kita dapat ujian musibah, yang perlu kita lakukan adalah bersabar. Namun, kalau kita dapat adzab, yang perlu kita lakukan adalah berhenti melakoni maksiat-maksiat. Tidak bisa tidak, maksiat harus di-stop.

Karena memang telah tampak kerusakan di muka Bumi ini, adalah akibat ulah tangan kita sendiri. Maka, sengaja Allah membuat kita merasakan apa-apa kerusakan hasil perbuatan maksiat kita itu, supaya kita kembali bertaqwa kepada Allah (nggak maksiat lagi).

Sekali lagi, tidak bisa tidak; agar berbagai macam masalah di dunia ini, khususnya di Indonesia, bisa terselesaikan; kita tidak hanya harus bersabar saja sementara maksiat jalan terus, melainkan kita juga harus stop maksiat itu. Termasuk perzinaan dan riba, yang dilegalkan Undang-Undang, itu harus di-stop.

Setidaknya, salah satu caranya adalah, individu-individu diri kita sendiri jangan bertransaksi ribawi.

5. Perutnya Membesar Sebesar Rumah, Isinya Cacing dan Ular Semua

“Pada waktu aku di-isra’-kan, tatkala kami telah sampai ke langit ke-7, aku melihat ke arah atasku, ternyata aku menyaksikan kilat, petir dan badai. Lalu aku mendatangi sekelompok orang yang memiliki perut seperti rumah, di dalamnya banyak terdapat ular berbisa yang dapat terlihat dengan jelas dari luar perut mereka. Aku tanyakan, “Hai Jibril, siapa mereka?” Dia menjawab, “Mereka adalah para pemakan riba”.
*speechless* :'(

6. Menjadi Gila Seperti Kesetanan di Alam Kubur

“Pada waktu aku di-mi’raj-kan ke langit, aku memandang ke langit dunia, ternyata di sana terdapat banyak orang yang memiliki perut seperti rumah-rumah yang besar dan telah doyong perut-perut mereka. Mereka dilemparkan dan disusun secara bertumpuk di atas jalur yang dilewati oleh para pengikut Fir’aun. Mereka diberdirikan di dekat api neraka setiap pagi dan sore hari. Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, janganlah pernah terjadi hari kiamat”. Aku tanyakan, “Hai Jibril, siapa mereka?” Jawabnya, “Mereka adalah para pemakan riba dari kalangan umatmu yang tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”.
*speechless* :'((

7. Ngajak Perang dengan Allah dan RasulNya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.."

[QS. al-Baqarah: 278-279]
Wah, nggak main-main nih. Tamatlah sudah kalau sampai kita perang dengan Allah. Langsung K.O. Nggak habis pikir ada orang yang berani nantangin Allah dan RasulNya untuk perang.

Nah, demikianlah 7 dalil tentang betapa ngerinya dosa riba itu, yang pasti bakal membuat kita susah tidur, apabila riba ini masih merajalela. Apalagi kalau di sekitar kita merajalelanya, lebih susah lagi.

Sebelumnya mohon maaf apabila Anda kurang berkenan, tersinggung, dan sebagainya. InsyaAllah dorongan saya menulis artikel ini adalah karena kecintaan saya kepada sesama saudara seiman, agar jangan sampai terjerat oleh riba. Sama sekali bukan karena kebencian, mencela, dan sebagainya.

Lantaran memang, apabila ada nasehat yang datang kepada kita, yang notabene nasehat itu berupa ayat al-Qur'an maupun hadits, maka sejatinya yang memberikan nasehat itu adalah Allah Swt, bukan seseorang itu.

Wallahua'lam bishshawab..
7 Dalil Tentang Ngerinya Riba, yang Bakal Bikin Anda Susah Tidur Malam Ini! 7 Dalil Tentang Ngerinya Riba, yang Bakal  Bikin Anda Susah Tidur Malam Ini! Reviewed by Dani Siregar on Sabtu, Mei 14, 2016 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.