19 Alasan Kuat Kenapa Umat Muslim Tidak Boleh Dipimipin oleh Pemimpin Kafir, Makanya Harus Kita Tolak

19 Alasan Kuat Kenapa Umat Muslim Tidak Boleh Dipimipin oleh Pemimpin Kafir, Makanya Harus Kita Tolak

Sangat disayangkan, ada oknum yang mengatakan bahwa umat muslim boleh memilih orang kafir. Padahal, yah haram. Keharaman tersebut termasuk persoalan yang mujma. Tidak ada perbedaan di kalangan para ulama.

Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, ada pula oknum yang berpendapat demikian itu dikenal sebagai tokoh muslim. Sangat membahayakan apabila orang awam mengetahui dan membernarkan perkataan tersebut.

Terlebih lagi kebetulan tahun 2017 nanti akan diadakan pilkada langsung, yang notabene terdapat kandidat calon yang kafir.

Nah, maka dari itu, saya kira penting bagi kita untuk lebih mengingatkan dan menyadarkan umat bahwa haram hukumnya umat muslim dipimpin oleh kaum kafir.

Setidaknya, berikut ini 19 alasan kuatnya.

1. Qur'an surat An-Nisa' ayat 144

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan kaum kafir sebagai wali, selain kaum Mukmin.

[QS. An-Nisa': 144]
Menurut Imam Ibnu Katsir, ayat ini mengandung larangan atas kaum Mukmin untuk bersahabat, berteman, saling memberi dan meminta nasihat, berkasih sayang, serta menyebarkan rahasia orang Mukmin kepada mereka. (Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, Juz I/867)

2. Qur'an surat Aali 'Imraan ayat 28.

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."

[QS. Al-Imran: 28]

3. Qur'an surat An-Nisaa' ayat 141

وَلَنْ يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِيْنَ عَلَى المُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلاً

Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menguasai kaum Mukmin.

[QS. an-Nisa’: 141]
Ayat ini memang merupakan kalimat berita, namun ada mengandung larangan. Kata "Lan" (لَنْ) di situ kan artinya penafian untuk selama-lamanya. Larangannya bersifat jazm (tegas), maka haram hukumnya kita membiarkan kaum kafir untuk menguasai termasuk memimpin kita.

Lagi pula, berdasarkan ayat ini semua ulama sepakat, bahwa haram mengangkat orang kafir menjadi pemimpin kaum Mukmin (Ibnu al-‘Arabi, Ahkâm al-Qur’ân, I/641).

4. Qur'an surat At-Taubah ayat 23

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.."

[QS. At-Taubah: 23]
Nah, itu. Walau kerabat sendiri pun, namun dia non-muslim, maka tidak boleh.

5. Qur'an surat Al-Mujaadilah ayat 22

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."

[QS. Al-Mujaadilah: 22]

6. Qur'an surat Ali 'Imraan ayat 118

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

[QS. Ali-Imran: 118]

7. Qur'an surat At-Taubah ayat 16

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِن دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

[QS. At-Taubah: 16]

8. Qur'an surat Al-Qashash ayat 86

وَمَا كُنتَ تَرْجُو أَن يُلْقَىٰ إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِّلْكَافِرِينَ

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu , sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.

[QS. Al-Qashash: 86]
Nah, terlebih lagi bapak non-muslim yang hendak jadi gubernur tersebut telah nyata-nyata menyusahkan umat muslim.

9. Qur'an surat Al-Mumtahanah ayat 13

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.

[QS. Al-Mumtahanah: 13]

10. Qur'an surat Ali 'Imran ayat 149-150

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ. بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.

[QS. Ali-'Imran: 149-150]

11. Qur'an surat An-Nisaa' ayat 138-139

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا.الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا 

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

[QS. An-Nisa': 138-139]

12. Qur'an surat Al-Maidah ayat 51

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

[QS. Al-Maidah: 51]
Na'udzubillahimindzalik, jangan sampai kita menjadi termasuk orang-orang yang dzalim.

13. Qur'an surat Al-Ma'idah ayat 80-81

تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ. وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

[QS. Al-Ma'idah: 80-81]

14. Qur'an surat Al-Mumtahanah ayat 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُم مِّنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَن تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنتُمْ ۚ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

[QS. Al-Mumtahanah: 1]

15. Qur'an surat Al-Mujaadilah ayat 14-15

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِم مَّا هُم مِّنكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ. أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

[QS. Al-Mujaadilah: 14-15]

16. Qur'an surat Al-Mumtahanah ayat 5

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

[QS. Al-Mumtahanah: 5]

17. Hadit dari Ubadah bin Shamit ra

Ubadah bin Shamit ra menuturkan dari Nabi Saw:
وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ اْلأَمْرَ أَهْلَهُ، قَالَ: إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيْهِ بُرْهَانٌ

Hendaknya kita tidak mengambil alih urusan itu dari yang berhak.” Baginda bersabda, “Kecuali jika kalian menyaksikan kekufuran yang nyata, sedangkan kalian mempunyai bukti yang kuat di hadapan Allah.

[HR. al-Bukhari]
Kalau penguasa yang Muslim jadi kafir aja wajib diganti, tentunya larangan ini berlaku juga untuk mengangkat orang kafir menjadi penguasa kaum Muslim.

Kalau mempertahankan pemimpin Muslim yang berubah menjadi kafir dilarang, apalagi memilih orang kafir menjadi pemimpin.

18. Ijma ulama, mengharuskan pemimpin muslim

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Para ulama telah sepakat bahwa kepemimpinan itu tidak boleh diberikan kepada orang kafir. Kalau kemudian tampak kekufuran pada dirinya, maka dia wajib diganti.”. (Imam an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim, VI/315).

Ibn Mundzir juga menyatakan, “Telah sepakat para ahli ilmu yang menjadi rujukan, bahwa orang kafir tidak berhak mempunyai kekuasaan atas kaum Muslim dalam urusan apapun.”. (Ibn al-Qayyim, Ahkâm Ahl adz-Dzimmah, II/787).

19. Satu tempat bisa menjadi barometer bagi tempat lain

Mungkin ada yang mengatakan, kalau misalnya persoalannya itu kepemimpinan di suatu provinsi maupun kota orang lain, yang bukan kota kita, ngapain kita sibuk ngurusin hal tersebut? Misalnya DKI Jakarta. Nah, ngapain misalnya warga Bekasi, Bogor, Depok, dan sebagainya ikut mengadakan kampanye penolakan pemimpin kafir?

Jawaban sederhananya, yah karena itu termasuk dalam agenda dakwah. Dakwah itu wajib hukumnya, tak terbatas pada wilayah. Apalagi kalau masih sekitaran Jakarta, yang notebene dekat banget dan sangat memungkinkan untuk ke sana, yah harus ikut berdakwah.

Itu alasan yang pertama, secara normatif. Kemudian yang kedua, karena tidak menutup kemungkinan bahwa satu kota bisa menjadi barometer kota lainnya. Apalagi pada hal ini, ibu kota itu sendiri. Kalau misalnya orang kafir berhasil menjadi gubernur DKI Jakarta, maka itu akan sangat mengispirasi bagi orang-orang jahat untuk mengadakan orang kafir juga yang menjadi gubernur di provinsi lain. Sudah begitu, jadi gubernur saja bisa, apalagi jadi walikota ataupun bupati. Dan bukannya tidak mungkin pula jadi lebih semangat untuk mengadakan hal demikian pada tataran presiden.

Begitulah kurang-lebih 19 alasan kuat kenapa umat muslim tak boleh dipimpin oleh orang kafir. Sudah cukup jelas kan? Exactly.

Next Step..

Nah, kebetulan, insya Allah nanti Minggu 4 September 2016, jam 08:30 - 11:30 WIB, akan diadakan aksi "Haram Pemimpin Kafir, Tolak Ahok" di Monas Patung Kuda Jakarta. Aksi ini diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Kebetulan teman-teman Hizbut Tahrir mengajak saya, maka insya Allah saya akan hadir nanti. Insya Allah pula akan dihadiri oleh minimal ribuan orang, bahkan puluhan ribu.

Saya harap yang terhormat Anda akan turut hadir juga. Para tokoh, ulama, pengurus organisasi, pengurus Masjid, pengurus Majlis Ta'lim, Ketua RW dan RT, Mahasiswa, blogger, dan aktivis, serta semua elemen masyarakat sekitar DKI Jakarta. Agar sama-sama kita bisa lebih besar menyuarakan hukum-hukum Allah. Silahkan Anda ajak teman-teman Anda, saudara, dan kenalan Anda.

Wallahua'lam bishshawab..

Sumber materi: Hizbut-Tahrir.or.id, Voa-Islam.com.
Sumber gambar: Pixabay.com
19 Alasan Kuat Kenapa Umat Muslim Tidak Boleh Dipimipin oleh Pemimpin Kafir, Makanya Harus Kita Tolak 19 Alasan Kuat Kenapa Umat Muslim Tidak Boleh Dipimipin oleh Pemimpin Kafir, Makanya Harus Kita Tolak Reviewed by Dani Siregar on Sabtu, September 03, 2016 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.